Bumi seakan enggan berputar
sehingga sang waktu pun tertatih berjalan
dalam hening dan kesunyian di ujung malam
senyap … diam…tenggelam …..
dalam lautan asma MU
Para penempuh jalan Mu tertatih-tatih melangkah
gelombang syahwat dunia hadir dari setiap penjuru
menghadang di setiap jengkal kelengahan
Kekasih……..
Meski terseok, merintih dihantam berbagai gelombang prahara
tetap Jalan ini kan menjadi tuntunan
seperti yang telah diwariskan oleh para penempuh terdahulu
yang kembali, setelah pergi dan mampu melewatinya
Kekasih…..
sambutlah………..
(Ya Ayyuhal Nafsul Mutmainnah Irji’e Ila Rabbika Radhiyatun Mardhiyah
Fad khuli fi ibadi
Fadkhuli Jannaati)
(Wahai jiwa yang tenang . Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rasa puas, dengan segala nikmat yang diberikan, lagi diredhaiNya. Masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu. Masuklah ke syurgaKu.)
* Surau, Ramadhan 1432 H
(Ku persembahkan kepada sahabat-sahabatku)








